Rabu, 04 Januari 2017

MUSNAD



MAKALAH MUSNAD
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
Mata kuliah TAHSINUL LUGHAH
Dosen Pengampu : Talqis Nurdianto. Lc., M.A

  
  
  
Disusun oleh :
Nuriana Irfan                          20140820013
Adi Indra Nugraha                 20140820015
Mishbahul Muammar              20140820030


PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA
UNIVERSITAS MEHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya hingga sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk merasakan nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, dan tidak lupa pula sholawat serta salam marilah kita panjatkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen  mata kuliah tahsinul lughah yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menyusun sebuah karya berupa makalah, berkat motivasi dari dosen dan kawan-kawan semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Musnad”. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bisa  memberi perubahan kepada diri kita ke arah yang lebih baik.



Yogyakarta, 13 April 2016



Daftar Isi :







BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Sebagaimana didefinisikan oleh para ulama balâghah ilmu ma’ani bertujuan untuk membantu seseorang agar dapat berbicara sesuai dengan muqtadha al-hâl. maka harus mengetahui bentuk-bentuk kalimat dalam bahasa arab,Susunan balaghoh dalam ilmu ma’ani telah ditetapkan dalam dua komponen, yaitu musnad dan musnad ilaih.
            Untuk mengetahui hal-hal yang berkenaan dengan Musnad perlulah kiranya mengkaji lebih dalam lagi yang berkaitan dengan dzikr, hadzf dan taqdim. Dalam makalah ini kami akan mencoba melakukan pengkajian seputar hal tersebut.

B.     Rumusan Masalah

a)      Apakah pengertian dari musnad dalam ilmu balaghah dan ilmu nahwu?
b)     Bagaimana penyebutan, pelepasan musnad dan rahasia balaghahnya?
c)      Mengapa musnad didahulukan dan apakah rahasia balaghahnya?

C.    Tujuan

a)      Memahami pengertian dari musnad dalam ilmu balaghah dan ilmu nahwu
b)     Mengetahui penyebutan, pelepasan musnad dan rahasia balaghahnya
c)      Mengetahui sebab didahulukan serta mengetahui rahasia balaghahnya






BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian

Susunan balaghoh dalam ilmu ma’ani telah ditetapkan dalam dua komponen, yaitu musnad dan musnad ilaih, keduanya biasanya mencakup Jumlah Fi’liyah (musnad dan musnad ilaih) atau Jumlah Ismiyah (musnad ilaih dan musnad)[1]. Jumlah Fi’liyah terdiri dari Fi’il dan Fa’il, Jumlah Ismiyah terdiri dari Mubtada’ dan Khabar. Mubtada’ dalam ilmu balaghoh disebut musnad ilaih dan khabarnya disebut musnad, adapun fi’il dalam ilmu balaghoh disebut musnad dan fa’il disebut musnad ilaih.
Musnad dan musnad ilaih dalam bahasa indonesia disebut subjek dan predikat. Secara leksikal musnad adalah sifat, fi’il atau sesuatu yang bersandar kepada musnad ilaih.
1.      Khabar mubtada
الجامعة مشهورة
2.      Fi’il-tam
أرسل اللهه بالهدى رسول
3.      Isim Fi’il
حى على الصلاة
4.      Khabar “كان” dan akhwat-nya
كان الله غفورارحيما
5.      Khabar “إن” dan akhwat-nya
إن اطالب الالمجتهدلناجح
6.      Maf’ul kedua dari “ظن” dan akhwat-nya
طنت عائشةأخاهامريضا
7.      Maf’ul ketiga dari “رأى” dan akhwat-nya
رأى الأستاذالطلاب مجتهدين دراستهم


B. Musnad dalam ilmu nahwu


            Dalam ilmu nahwu posisi musnad bervariasi tergantung jumah dan posisinya dalam kalimat, dalam jumlah fi’liyah musnad menjadi fi’il nya dan musnad ilaih menjadi fail nya, akantetapi dalam jumlah ismiyah musnad menjadi khobar nya dan musnad ilaih menjadi mubtad’ nya.

C. Penyebutan musnad dan rahasia balaghahnya

Al-Dzikr secara leksikal bermakna menyebut. Sedangkan dalam terminologi ilmu balaghah Al-Dzikr adalah menyebut musnad. Al-Dzikr merupakan kebalikan dari al-Hadzfu.
Dalam praktek berbahasa Al-Dzikr mempunyai beberapa tujuan / faidah, yaitu:

1.      Untuk memamerkan ketidak arifan pendengar.
Contoh :
قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ
قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ[2]
                        Musnadnya  فَعَلَهُ

2.      Bertujuan untuk menjelaskan lemahnya sambungan
Contoh :
من أشجع العرب و أوجدهم فى الجاهلية ؟
عنترةوحاتم
Jika (أشجع) dan(أوجدهم)  tidak disebutkan maka akan menjadi tidak nyambung, akantetapi jika disebutkan akan jelas dan nyambung,
عنترة أشجع الجاهلية وحاتم أوجدهم
أشجع dan أوجدهمdisini adalah musnadnya.


3.      Untuk mengklarifikasi isim dan fi’il
Contoh :
زيد منطلق وعمر ينطلق
Musnadnya adalahمنطلق  dan ينطلق
Jika musnad yang kedua (ينطلق) tidak disebutkan, maka akan tetap faham bahwasanya zaid dan umar pergi tetapi tidak jelas bagaimana perginya. Untuk itu musnad harus disebutkan.
4.      Untuk menunjukan kekaguman 
Contoh :
من يصارح الأسود ؟
زيد يصارح الأسود
Musnadnya adalah يصارح
5.      Untuk memperjelas dan menguatkan
Contoh :
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ[3]

Jika tidak disebutkan makan sudah jelas, tetap disini disebutkan untuk memperjelas dan menguatkan,
Musnadnya خَلَقَهُنَّ

D.    Hadzl musnad dan rahsia balaghahnya

Al-Hadzfu secara leksikal bermakna membuang. Sedangkan maksudnya dalam terminologi ilmu balaghah adalah membuang musnad. Al-Hadzfu merupakan kebalikan dari al-Dzikru. Dalam praktek berbahasa al-Hadzfu mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

1.      Untuk menunjukan kondisi yang tidak memungkinkan
Contoh :
كيف أنت ؟
مريض
Musnadnya adalah kalimat atau kata setelah مريض

2.      Untuk memuliakan musnad ilaih.
Contoh :
وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ[4]
فالأصل : إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ و أَغْنَاهُمُ رَسُولُهُ

Musnadnya dihilagkan untuk memuliakan Rasulullah SAW

3.      Mengikuti orang arab dalam penyebutan/ pemakaian bahasanya
Contoh :
خرجت فإذا زيد .....
Dalam kalimat ini bagi orang arab sudah jelas, karena orang arab tidak menyebutkan musnadnya,
Musnadnya adalah حاضر
Jadi kalimat lengkapnya adalahحاضر  خرجت فإذا زيد

4.      Untuk penguatan dan pengkhususan
Contoh :          
قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ [5]
Aslinya
لَوْ تَمْلِكُونَ تَمْلِكُونَ

5.      Supaya kalimat yang panjang hanya diwakili dengan satu kata.
Contoh :
لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِين
قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ[6]
فالأصل : قَالُوا لَا ضَيْرَ علينا فيما تصنعه بنا  ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ
Musnadnya adalah علينا فيما تصنعه بنا

6.      Memiliki dua kemungkinan bisa jadi musnad atau musnad ilaihi yang dibuang.
Contoh :
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
مسند      : فَصَبْرٌ جَمِيلٌ أجمل
مسند إليه : فصبرى صبرا جميل


7.      Dibuang musnad dan musnad ilaihnya
Contoh :
الحق أهلك وبادرالليل
Dibuang karena dalam keadaan terburu-buru atau dalam waktu yang cepat maka dibuanglah musnad dan musnad ilaihnya,
Maka menjadi أهلك والليل
Musnadnya adalah بادر

E.     Mendahulukan musnad

faktor-faktor yang menyebabkan musnad ilaih itu didahulukan diantaranya :
1.      ( إظهارالفرح والسرور) Untuk menunjukan optimisme ,kesenangan atau kegembiraan
Contoh :
سعدت بعزة وجهك الأيام        
Musadnya adalah سعدت

2.      ( تشويق إلى ذكرالمسند)  Untuk mengindikasi keindahan dalam kalimat yang menimbulkan rasa ingin tau
Contoh :
ثلاثة تشرق الدنيا ببهجبتها  شمس الضحاق والقمر
Musnadnya adalah ثلاثة

3.       (قصرالمسند إليه علي المسند)penyempitan atau mengindifikasikan
Contoh :
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ [7]
Musnadnya adalah لَكُمْ

4.      (ليهإ المسند عن خبرا المسند أن التنبيه) untuk peringatan atau pemberitahuan pertama kali \ memberitahukan kepada pembaca bahwa musnad itu khobar bukan sifat.
Contoh :
وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ [8]
                 
Musnadnya وَلَكُمْ

                                                                                                          


              

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan   

Musnad dan musnad ilaih dalam bahasa indonesia disebut subjek dan predikat, Secara leksikal, musnad ilaih bermakna yang disandarkan kepadanya. Sedangkan secara terminologis musnad ilaih adalah mubtada yang mempunyai khobar, fa'il, naibul fa'il, dan beberapa isim dari amil nawasikh.
Al-Dzikr secara leksikal bermakna menyebut. Sedangkan dalam terminologi ilmu balaghah Al-Dzikr adalah menyebut musnad. Al-Dzikr merupakan kebalikan dari al-Hadzfu. Dalam praktek berbahasa Al-Dzikr mempunyai beberapa tujuan / faidah, yaitu:   1.     Untuk memamerkan ketidak arifan pendengar.
2.         Bertujuan untuk menjelaskan lemahnya sambungan
3.         Untuk mengklarifikasi isim dan fi’il
4.         Untuk menunjukan kekaguman 
5.         Untuk memperjelas dan menguatkan
Al-Hadzfu secara leksikal bermakna membuang. Sedangkan maksudnyadalam terminologi ilmu balaghah adalah membuang musnad. Al-Hadzfumerupakan kebalikan dari al-Dzikru.
Dalam praktek berbahasa al-Hadzfu mempunyai beberapa tujuan, yaitu: Untuk menunjukan kondisi yang tidak memungkinkan, Untuk memuliakan musnad ilaihi, Mengikuti orang arab dalam penyebutan/ pemakaian bahasanya, Untuk penguatan dan pengkhususan, Supaya kalimat yang panjang hanya diwakili dengan satu kata, Memiliki 2 kemungkinan bisa jadi musnad atau musnad ilaihi yang dibuang, Dibuang musnad dan musnad ilaihinya




DAFTAR PUSTAKA


-          Zaenuddin, Mamat dan Nurbayan, Yayan. 2007. Pengantar Ilmu Balaghah. Bandung: PT Refika Aditama
-          Al-Balaghah Fi Ilmi Al-Ma’ani,Gontor: Tri Murti, 1971
-          عبد الفتاح فيود 1998 علم المعانى دراسة بلاغية و نقدية لمسائل المعانى . للنشر و التوزيع – القاهرة
-          كتاب البلاغة والـنقد سلسلة تعليم اللغة العربية المستوى الرابع.


[1]Qodri Mayu, al-Muayyin fil Balaghoh: al-Bayan, al-Badi’, al-Ma’ani, (Beirut: Alamul Kutub, 2000), hlm. 187.

([2]) سورة الأنبياء : 62 , 63
([3]) سورة الزخرف : 9
([4]) سورة التوبه : 74
([5] ) سورة الإسراء : 100
([6])  سورة الشعراء : 50
([7] ) سورة الكافرون : 6
([8]) سورة الأعرافف : 24

1 komentar:

  1. Pak Eko di Majalengka, mau uang nda usah pesugihan, kerja paling utama

    BalasHapus

Comments system

Disqus Shortname