Minggu, 29 Oktober 2017

artikel microsoft word (tugas ICT)



Nama  : Adi Indra Nugraha
NIM    : 20140820015
Tugas ICT
SEKILAS TENTANG MICROSOFT WORD
Microsoft word 2007 merupakan program atau aplikasi pengolahan kata (word prosesor). Program ini bisa digunakan untuk menulis berbagai dokumen misalnya karya tulis, skripsi, makalah, dan seagainya. Selain untuk menulis dokumen Microsoft word juga bisa digunakan bekerja dengan table, menulis teks dengan kreasi, menyisipkan gambar maupun lainya. Microsoft word 2007 ada untuk memberikan tambahan-tambahan kemampuan baik untuk menyempurnakan versi sebelumnya maupun untuk mengikuti perkembangan dunia computer.
Selain, Microsoft word terdapat banyak jenis word prosesor yang sudah dulu beredar di masyarakat diantaranya Wordstar (WS), Wordperfect (WP), Amipro, Wordpad, dan lain-lain. Microsoft sebagai program pengoah kata memberikan fasilitas-fasilitas yang lebih familiar dibandingkan dengan pengolah kata lainya. Di dalam aplikasi Microsoft word 2007 mempunyai tujuh komponen-komponen yang dapat mempermudah yaitu Tittle Bar, Quick acces toolbar, Menu bar, Ribbon, Status bar, View Toolbar, dan Ruler. Selain terdapat komponen-komponen Microsoft word, di dalam Microsoft word juga ada menu yang bisa dgunakan untuk dapat lbih mempermudahnya yaitu office button, Menu Home (tab menu), Menu insert (tab insert), Menu page Layout (tab page layout), Menu referens (tab Referens), Menu Maillings (tab MAillings), Menu Riview (tab Riview), dan Menu View (tab View).
Jadi Microsoft Word 2007 program aplikasi pengolahan kata (Word Prosesor) yang digunakan untuk membantu menulis dokumen seperti karya tulis, skripsi, makalah, dan lain sebagainya. Di dalam program Microsoft Word 2007 juga terdapat komponen-komponen dan menu0menu yang bisa digunakan untuk memudahkan dalam pembuatan dokumen tersebut atau untuk mengolah kata.

Sumber            : http://www.it-artikel.com/2013/02/mengenal-microsoft-word-2007.html 
                          https://untaririski.wordpress.com/2015/06/03/artikel-microsoft-word-2007/
                          http://www.teorikomputer.com/2014/03/pengertian-microsoft-word

Rabu, 11 Januari 2017

cara ternak burung murai batu




 Dari Hobi Menjadi Peluang Usaha

saat ini peluang usaha bisa muncul dari mana saja, bisa saja usaha muncul atau dimulai dari hobi dan kegemaran. Ada berbagai macam hobi yang bisa dijadikan modal memulai usaha, contohnya hobi memasak, membaca, menulis atau hobi burung khususnya burung kicau. Hobi sendiri bisa memberikan kita hiburan dan menghindari diri dari stress. Tapi, jangan sampai hobi yang ditekuni malah menghabiskan uang. Bukankah akan lebih baik jika kita bisa ubah hobi ini dari menghabiskan uang menjadi mendatangkan uang.
Saat ini saya sudah mempunyai hobi burung kicau, banyak burung yang saya pelihara dari yang harganya murah sampai yang harganya fantastis. Burung yang saya pelihara dimulai dari burung yang paling murah Pentet, Sulingan, sampai burung dengan harga yang relatif mahal seperti Cucak ijo, Jalak uren, Jalak Putih, dan Kacer. Namun masih ada juga burung yang harganya cukup merogoh kantong lebih dalam seperti burung Anis merah, Murai batu dan Cucak rowo.
Di kalangan para pecinta burung khususnya burung kicau harga burung dinilai dari kicaunya, semakin merdu kicau burung tersebut semakin mahal pula harga burung tersebut. Maka dari itu saya melihat peluang usaha dari hobi ini yaitu ternak burung kicau. Adapun jenis burung kicau yang akan saya ternakan adalah Murai batu. Kenapa saya memilih berternak murai batu? Karena saya terinspirasi dari penghobi burung  bernama Bapak Ilham Kusuma yang sukses berternak burung murai batu. Selain itu, burng murau batu ini mempunyai harga yang sangat mahal dan juga burung murai batu ini sangat banyak peminatnya dari penghobi burung  di berbagai lomba atau kontes burung kicau.
Murai batu memiliki beberapa jenis, ada murai batu Aceh, Medan, Kalimantan, dan Lampung. Selain itu, ada juga murai hasil persilangan yang merupakan perpaduan dari dua jenis murai batu berbeda. Nah, dari beberapa jenis murai batu yang ada, murai batu Sumatera-lah yang mempunyai nama paling berkibar. Alasannya, fisik burung ini sangat bagus, suaranya merdu dan nyaring, serta tidak melembung layaknya murai Kalimantan. Maka dari itu, banyak pencinta burung yang memburu murai batu ini untuk kemudian dilatih dan mengikuti kontes berhadiah atau sekadar menambah koleksi burung di rumah.
Jenis Burung murai batu yang saya ternakan adalah burung murai batu medan dan murai batu lampung karena kedua jenis burung tersebut yang paling banyak di minati oleh penghobi burung kicau. Dari yang saya ketahui Bapak Ilham Kusuma tersebut mempunyai modal awal sekitar 20 juta yaitu untuk membeli 2 pasang burung  murai batu. Satu pasang murai batu medan, dan satu pasang murai batu lampung. sisanya buat bikin sangkar ternaknya. Lalu bapak ilham kusuma ini menjual hasil ternaknya kisaran untuk murai batu medan bakalan sekitar 2,5 juta perekornya kalo untuk yang jenis murai batu lampung sekitar 1,5 juta perekornya. Beda lagi sama murai batu yang sudah jadi atau (sudah berkicau merdu) harganya tergantung jenis burung tersebut dan tingkat kemerduan burung tersebut. Dan untuk indukan murai batu indukan dihargai 7 juta untuk satu pasang murai batu medan dan 4 juta untuk murai batu lampung.
Kemudian setelah saya terinspirasi dari bapak Ilham Kusuma tersebut saya bertekat untuk memulai ternak burung murai batu. Selain hobi, ternak murai batu memag suatu usaha yang cukup memjanjikan. Memang untuk modal awal berternak burung murai batu ini bukanlah modal yang sedikit tapi hasil yang didapat dari berternak murai batu ini sangat menjanjikan dan sangat cepat untuk mengembalikan modalnya.

Ø Cara berternak burung murai batu
Dalam memulai bisnis apapun khususnya bisnis ternak Murai Batu ada syarat utama yang harus dimiliki oleh calon pengusaha yaitu memiliki kemauan, ulet, telaten dan sedikit bakat. Dalam beternak burung hampir semua faktor menentukan. Baik itu ukuran kandang dan kebersihan kandang, perlakuan terhadap burung-burung yang dimiliki atau burung-burung yang akan diternakan, pemberian pakan, bahkan lingkungan tempat untuk meletakan burung – burung juga menentukan.Untuk beternak Murai Batu ada lima hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah
1.      Pemilihan Bibit
Baik jantan maupun betina keduanya harus memiliki kualitas yang baik dan tidak harus yang harganya mahal atau burung yang sudah pernah menjadi juara.
·         Induk betina
Untuk memilih induk betina sebaiknya memilih indukan yang sudah berumue 1-2 tahun karena pada umur ini sangat baik untuk reproduksi. Kondisi dari burung betina yang akan dipilih juga harus diperhatikan, indukan betina juga tidak boleh terlalu kurus. Yang paling penting untuk memilih indukan betina adalah burung tersebut harus jinak dan tidak takut terhadap manusia sehingga burung akan terhindar dari stress dan lebih mudah untuk merawatnya. Untuk induk betina sendiri pilihlah burung yang tidak cacat baik sayap, kaki atau kepala dan bagian tubuh lainya.
·         Indukan jantan
Sama halnya seperti indukan betina,  yang harus di persiaokan memilih induk jantan yang tidak takut terhadap manusia dan memiliki mental yang bagus. Pejantan setidaknya harus berusia dua tahun dan sudah cukup matang untuk melakukan proses perkawinan. Pastikan burung murai batu jantan dari cacat fisik, baik di bagian kepala, kaki maupun bagian tubuh yang lainya, termasuk juga sayap.

2.      Pembuatan kandang
Murai batu harus dibuatkan kandang yang sedikit lebih besar dibandingkan dari kandang atau sangkar yang atau kandang pada umumnya. Idealnya kandang murai batu bisa terbuat dari kawat dan triplek dengan ukuran 80 x 80 x 200 cm atau lebih dari itu.

3.      Perawatan dan pakan
Burung jenis ini juga membutuhkan perawatan setiap harinya mulai dari, diangin-anginkan kurang lebih 30 menit sebelum dimandikan. Setelah itu dijemur kembali 1 sampai 2 jam. Air minum burung tersebut diganti secara rutin atau (setiap hari), kemudian diberimakan voer, kroto, jangkrik, telur tawon, belalang hijau dan ulat hongkong sebagai makanan ekstra atau (ekstra fooding) yang memiliki banyak gizi. Makanan seperti kroto jangkrik dan ulat hongkong adalah makanan ekstra. Maka dari itu, tidak boleh terlalu banyak diberikan.

4.      Pengembangbiakan
Yang saya ketahui Banyak peternak yang mengalami kesulitan saat mengembangbikan burung murai batu karena beberapa pasangan burung tersebut seringkali saling membunuh dan itu masalah pertama yang saya alami berternak burung murai batu ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa cara yang dianjurkan antara lain :

·         menyiapkan dua buah sangkar, satu untuk burung murai betina dan yang satunya untuk burung murai jantan. Kemudian burung murai batu betina dimaukan ke sangkar A dan biarkan sendirian kuramg lebih satu minggu untuk beradaptasi. Kemudian masukan burung murai batu jantan ke sangkar B dan ditempatakan tidak jauh dari sangkar A. Tujuanya supaya burung murai batu jantan dan betina saling mengenal.
·         Kemudian setelah burung  murai batu melewati proses pengenalan kurang lebih 2 minggu, kedua burung tersebut bisa disatukan atau (dicampur) ke satu sangkar yaitu sangkar khusus peternakan untuk melakukan proses perkawinan.

5.      Perawatan anak burung
Setelah melakukan proses perkawinan tentunya burung murai batu segera bertelur dan tidak lama kemudian telurpun menetas. Bayi murai batu yang berumur 7 hingga 14 hari bisa diberi makan campuran voer dan kroto yang di encerkan. Pemberian makan bisa dilakukan 1 jam sekali. biasanya setelah berusia 15 hingga 20 hari, bayi burung murai batu tersebut sudah bisa makan kroto sendiri.
            Setelah itu saya biasanya memberikan makan dan minum yang mempunyai banyak gizi seperti kroto, voer, dan jangkrik. Kalo untuk minumnya biasanya saya tambahkan vitamin 10 sampai 15 tetes ke tempat minum burung tersebut, lebih baiknya diteteskan langsung ke mulut 3 sampai 5 tetes kekepada bayi burung murai  batu tersebut secara rutin hingga burung tersebut siap di pasarkan.

Ø Cara pemasaran burung murai batu
Melihat kecanggihan perkembangan alat komunikasi saat ini, saya mempunyai tujuan untuk pemasaran yang saya lakukan yaitu melalui media sosial. Seperti, facebook, instagram, BBM dan lain sebagainya. Namun ada juga orang yang masih datang langsung kerumah untuk membeli burung murai batu. Selain itu, saya memasarkan burung hasil ternak saya kepada penjual-penjual yang ada di pasar burung. Dilain ketiga hal tersebut saya juga memasarkan burung ketika ada kontes atau perlomban saya juga membuka stand pada acara tersebut.


Kamis, 05 Januari 2017

kemusyrikan islam di zaman moderen




Kemusyrikan islam di zaman modern

“Akankah  mutiara kita jadikan batu atau batu kita jadikan mutiara. Mari kita refleksikan pada diri kita sendiri dan mari kita bumikan ajaran islam yang telah kita dapatkan. Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Kemusyrikan merupakan salah satu kegiatan yang sudah lama menjamur dalam dunia islam khususnya. Musyrik adalah kata yang sering digunakan orang sebagai tanda penghianatan, pengingkaran, penyekutuan, dan sebagainya terhadap Tuhan dan ajarannya. Dalam ajaran islam banyak terdapat larangan-larangan yang mengharamkan tindakan musyrik yang menyamakan tuhan dengan sesuatu dan mempercayai kekuatan selain dari Allah SWT. Banyak sekali para ulama,kyai,ustad dan pemuka agama islam berusaha menghapus kemusyrikan yang melanda umat islam bahkan sejak adannya islam didunia. Namun,upaya tersebut belum menghasilkan kesempurnaan. Banyak sekali masyarakat khususnya umat islam yang melanggar aturan tersebut. Padahal mereka mengetahui aturan-aturan yang ada dalam agama mereka.
Paradigma  kajian musyrik pada setiap jaman mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda.  Pada jaman dahulu kemusyrikan berbentuk kongkrit tapi diera jaman yang modern ini banyak muncul kemusyikan yang berbentuk abstrak.bentuk kongkrit yang dimaksud adalah musryik yang nyata,misalnya menyembah berhala,pohon,batu,dll.sedangkan yang dimaksud musrik abstrak adalah kemusyrikan yang tidak nampak secara visual,misalnya yang lebih terkenal pada masa sekarang adalah memunafikan ajaran islam yang dilakukan oleh umat islam sendiri.Dilihat dari perkembangan jaman yang serba maju dan modern seharusnya manusia lebih meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT bukan malah sebaliknya mengingkari ajarannya. Banyak sekali manusia yang berpengetahuan agama secara luas akan tetapi  pada implementasinya masih sangat diragukan.pada masalah ini timbul dalam pertanyaan,Apa tujuan ajaran tersebut?. Dalam pertanyaan tersebut pasti banyak yang bisa menjawab dengan berbagai dasar dan alasan akan tetapi semuanya tetap dalam jangkauan teori yang abstrak jauh akan prakteknya.
Banyak sekali contoh-contoh yang dapat kita kaji dalam kehidupan ini yang bersangkutan dengan relevansi ajaran dengan implikasinya. Misalnya ,kasus yang menjadi globalisasi para remaja yaitu “PACARAN”.Bnyak sekali remaja yang mengalami kerugian negatif dalam dampak pacaran tersebut, sebagai contoh: hamil diluar nikah, kekerasan, dan yang lebih memprihatinkan, mereka lebih mengutamakannya (pacaran) daripada hal-hal lain. Apalagi yang lebih mengherankan hal tersebut banyak dilakukan oleh kalangan pelajar baik siswa maupun mahasiswa,tidak melihat pendidikan berlatar belakang agama maupun umum.Padahal sudah jelas dalam ajaran Islam tercantum pokok bahwa setiap muslim dilarang untuk mendekati perbuatan zina sebelum hubungan yang sah. Dalam kasus ini banyak timbul pertanyaan-pertanyaan “apa arti pacaran?, apa manfaat pacaran?”. Dalam menjawab pertanyaan tersebut pada masing-masing seseorang mempunyai argument yang berbeda-beda menurut pemahaman mereka. Kata “pacaran” sebenarnya merupakan akulturasi bahasa dari pengertian ta’aruf yang berarti perkenalan. Namun, pada kebanyakan remaja menafsirkan kata pacaran menurut konsep individu mereka sendiri-sendiri.
Sebenarnya kita bisa mengatasi implikasi dari kata pacaran sehingga tidak menjadi negatif dalam perbincangan. Mungkin beberapa langkah sebelum memulai ta’aruf (pacaran) dalam pasangan remaja: pertama, bersilaturrahmi dengan kedua orang tua masing-masing sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman. Kedua, saling menjaga batasan-batasan antara pasangan tersebut sesuai dengan norma, ajaran agama, dan aturan sosial lainnya serta tidak melanggar hukum adat maupun negara. Selain pacaran ada juga kasus pemunafikan ajaran agama,yaitu umat Islam diajarkan untuk saling membantu bagi umat Islam lainnya yang mengalami kesulitan. Namun dalam prakteknya hal itu hanya menjadi sebuah wacana tanpa ada koherensi antara teori dengan prakteknya. Dalam kehidupan banyak sekali kita temukan masyarakat-masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, misalnya, anak terlantar(gelandangan), pengemis, tunawisma,anak yatim piatu. Akan tetapi, hampir semua (pe-teori) yang membahas hal tersebut seakan mereka menutup telinga dan mata. Sebenarnya, apa maksud dari kajian keilmuan itu yang seakan mereka hanya cukup dalam sebatas teori. Dari sedikit kajian diatas banyak sekali contoh-contoh yang belum kita pecahkan dalam misteri ajaran agama yang sudah kita ketahui.
Sebenarnya bannyak sekali hal-hal yang dapat kita lakukan untuk tidak mengingkari, menyekutukan,memunafikan ajaran-ajaran islam salah satunya dengan bersungguh-sungguh dalam mempelajari ajaran islam dan selalu ingat kepada Allah SWT. Banyak sekali ayat dalam al-quran maupun hadits yang menerangkan perintah tersebut,misalnya dalam surat al-luqman(13) yang artinya:” dan (ingatlah)ketika luqman berkata kepada anaknya,diwaktu ia memberi nasehat kepadanya,” hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah,sesungghnya mempersekutukan (Allah) adalah benar –benar kedzaliman yang besar”. Dari ayat tersebut sebenarnya dapat kita pahami bahwa musyrik adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh agama islam serta hal-hal yang berindikator kemusyrikan misalnya,mengingkari/memunafikan ajaran islam serta aqidahnya.
Pada era globalisasi  yang serba maju dan modern seharusnya manusia lebih maju pula perkembangan intelektualnya serta semakin meningkatkan  keadilan,kesejahteraan, persatuan dan kesatuan antar sesama dan lingkungan. Tapi, hal tersebut hanya menjadi angan- angan dan konsep yang semu. Banyak masyarakat lebih mementingkan individu mereka, memanipulasi keadilan,saling bermusuhan,yang semuanya itu hanya untuk mencapai kepentingan perorangan atau dunia belaka tanpa memikirkan akibatnya. Hal tersebut tentunya sangat jauh dengan apa yang diajarkan oleh islam yang syarat akan perdamaian,keadilan,dan kesejahteraan umat. Sesungguhnya amalan –amalan  yang kita lakukan didunia semuanya akan kembali kepada Allah SWT seperti yang terkandung dalam hadits yang artinya:”tiadalah aku didunia ini,kecuali hanya ibarat pengembara yang berteduh dibawah pohon yang kemudian pergi meninggalkanya “(H.R.Tirmidzi).  Dari keterangan hadits tersebut seharusnya manusia lebih paham akan kesemuan hidup didunia dan kekelan hidup selanjutnya. Tetapi mengapa manusia masih saja ingkar terhadap ajaran agama yang seharusnya mereka gunakan sebagai pedoman hidup mereka.
Untuk itu mulai sekarang mari kita instropeksi diri,akankah kita tergolong orang-orang yang munafik dan musyrik atau orang-orang yang selalu berpegang pada  ajaran agama. Dalam  menjawab pertanyaan tersebut kita tidak bisa bertanya kepada orang lain namun bertanyalah pada diri anda sendiri. Mari bersama –sama kita bangun ajaran  islam yang sesungguhnya, yang tidak hanya teoritis namun juga terbumikan dalam kehidupan ini. Tidak hanya dalam paradigma masalah umat pada masa sekarang ,akan tetapi terlaksananya ke-taqwa-an serta ke-iman-an terhadap Allah SWT yang benar –benar  terbentuk dalam hati umat islam semuanya dan dan terefleksi pada masyarakat umumnya.

Rabu, 04 Januari 2017

Penelitian tindakan kelas (dasar pemikiran, konsep dan langkah-langkah)



Makalah Tentang Penelitian Tindakan Kelas
(dasar pemikiran, konsep dan langkah-langkah)
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Almadkhal Fi Manhajil Bahts
Dosen Pembimbing : Fitri Zakiyah,M.Pd.I


Disusun oleh:
Adi Indra Nugraha (20140820015)

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
JL. Lingkar Selatan Taman Tirto, Yogyakarta 55183
                                                                 Telp  (0274)387656

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pendidikan Indonesia dianggap oleh banyak kalangan masih rendah, Hal ini bias dilihat lulusan dari sekolah atau perguruan tinggi yang belum siap memasuki dunia kerja karena minimnya kompetensi yang dimiliki dan banyak persoalan yang dihapai guru pada waktu berdiri didepan kelas. Berbagai solusi atau cara penyelesaian masalah juga sudah banyak dibahaas dalam berbagai telaah penelitian akademik, baik dalam laporan penelitian berbentuk artikel atau pada jenjang skripsi, tesis, bahkan disertasi.
 Upaya peningkatan mutu pendidikan haruslah dilakukan dengan menggerakan seluruh komponen yang menjadi subsistem dalam suatu sistem mutu pendidikan. Selama ini penelitian-penelitian pendidikan sudah banyak dilakukan, tetapi kurang dirasakan dampaknya dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu pembelajaran karena merupakan pendekatan pemecahan masalah yang bukan sekedar trial and error, menggarap masalah-masalah faktual yang dihadapi guru dalam pembelajaran, tidak perlu meninggalkan tugas utamnya, yakni mengajar, guru sebagai peneliti, dan manfaat penelitian tindakan kelas jelas dan langsung. Penelitian tindakan kelas umumnya diarahkan pada kebutuhan praktis dalam kependidikan.

B.  Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai:
1.    Untuk mengetahui hakikat penelitian tindakan kelas.
2.    Untuk mengetahui tujuan penelitian tindakan kelas.
3.    Untuk mengetahui manfaat penelitian tindakan kelas.
4.    Untuk mengetahui fokus, syarat dan prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas.
5.    Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan penelitian tindakan kelas.

C.  Masalah/ Materi yang Diuraikan
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka ada beberapa masalah/materi yang akan diuraikan.
1.    Bagaimanakah hakikat dari penelitian tindakan kelas ?
2.    Apa tujuan dari penelitian tindakan kelas ?
3.    Apa manfaat dari penelitian tindakan kelas ?
4.    Apa fokus, syarat dan prinsip-prinsip dari penelitian tindakan kelas ?
5.    Apa kelebihan dan kelemahann penelitian tindakan kelas 

D.  Manfaat bagi Mahasiswa dan Guru.
1.    Mahasiswa sebagai Calon Guru.
Memberikan informasi kepada mahasiswa sebagai calon guru dalam memahami penelitian tindakan kelas yang dilakukan terhadap peserta didik.
2.    Bagi Guru.
Menambah wawasan guru tentang penelitian tindakan kelas dan memahami tujuan dari penelitian yang dilakukan dalam perbaikan mutu pendidikan.



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Hakikat Penelitian Tindakan Kelas
Ada banyak persoalan yang dihadapi guru pada waktu berdiri didepan kelas. Berbagai solusi atau cara penyelesaian masalah juga sudah banyak dibahaas dalam berbagai telaah penelitian akademik, baik dalam laporan penelitian berbentuk artikel atau pada jenjang skripsi, tesis, bahkan disertasi. Akan tetapi, guru tidak dapat memahaminya, apalagi mengaplikasikannya dalam pembelajaran sehari-hari, terutama karena berbagai kendala. Memenuhi tuntutan tersebut, guru dapat menggunakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research.
1.    Definisi Penelitian
Penelitian adalah suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan  metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2.    Definisi Tindakan
Tindakan adalah sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk peserta didik.
3.  Definisi Kelas
Kelas dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok peserta didik dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.
Peserta didik yang belajar tidak hanya terbatas dalam sebuah ruangan kelas saja, melainkan dapat juga ketika peserta didik sedang melakukan karyawisata, praktikum di laboratorium, atau belajar tempat lain di bawah arahan guru.
4.    Definisi Penelitian Tindakan
Definisi penelitian tindakan menurut beberapa ahli:
a.    Kurt Lewin (Kunandar, 2011: 42) mendefinisikan penelitian tindakan adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.
b.    Kemmis dan Mc. Tanggart (Kunandar, 2011: 42-43) mendefinisikan penelitian tindakan adalah suatu bentuk self-inquiry kolektif yang dilakukan oleh para partisipan di dalam situasi social untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari praktik social atau pendidikan yang mereka lakukan, serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap praktik dan situasi di mana praktik  itu dilaksanakan.
c.    Ebbut (Kunandar, 2011: 43) mendefinisikan penelitian tindakan adalah kajian sistemik dari upaya perbaiakn pelaksanaan praktik pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut.
d.   Elliot (Kunandar, 2011: 43) mendefinisikan penelitian tindakan sebagai kajian dari sebuah situasi social dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas situasi sosial  tersebut.
e.    Carr dan Kemmis (Kunandar, 2011: 43) mendefinisikan penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik mereka dan terhadap situasi tempat praktik tersebut dilakukan.
f.     Hasley (Kunandar, 2011: 43) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah intervensi skala kecil dalam memfungsikan dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap efek dari intervensi tersebut.
g.    Bogdan dan Biklen (Kunandar, 2011: 43) mendefinisikan penelitian tindakan merupakan pengumpulan informasi yang sistematis yang dirancang untuk menghasilkan perubahan sosial.
h.    Burns (Kunandar, 2011: 44) mendefinisikan penelitian tindakan merupakan penerapan penemuan fakta pada pemecahan masalah dalam situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatakan kualitas tindakan yang dilakukan di dalamnya, yang melibatkan kolaborasi dan kerja sama para peneliti, dan praktisi.
i.      Walace (Kunandar, 2011: 44) mendefinisikan penelitian tindakan dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi secara sistematis tentang praktik keseharian dan menganalisisnya untuk dapat membuat keputusan tentang praktik yang seharusnya dilakukan di masa mendatang.
j.      Reason dan Breadbury (Kunandar, 2011: 44) mendefinisikan penelitian tindakan adalah partisipatori, demokratis yang berkenaan dengan pengembangan pengetahuan praktis untuk mencapai tujuan mulia manusia, berlandaskan pandangan dunia partisipatori yang muncul pada momentum histori sekarang ini.
5.    Definisi Penelitian Tindakan Kelas
Definisi penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). menurut beberapa ahli:
a.    David Hopkins (Kunandar, 2011: 45) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelaahan atau inkuri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial termasuk pendidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari praktek-praktek sosial atau kependidikan yang mereka lakukan sendiri, pemahaman mereka terhadap praktek-praktek tersebut dan situasi di tempat praktek itu dilaksanakan.
b. Rapoport (Kunandar, 2011: 45) mendefinisikan penelitian tiandakan kelas adalah penelitian untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang dihadapi dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial dengan kerja sama dalam kerangka tujuan ilmu sosial dengan kerja sama dalam kerangka etika yang disepakati bersama.
c.    Mukhlis, Abdul dan Nur Mohamad (Baskoro, 2008) mendefinisikan penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis dan siklustis.
Berdasarkan definisi penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)  yang dikemukakan para ahli, dapat disimpulkan bahwa hakikat penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah bentuk penelitian tindakan yang diterapkan dalam aktivitas pembelajaran di kelas dengan upaya perbaikan pelaksanaan pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan penelitian dalam pembelajaran.

B.  Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
Tujuan dari penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah
1.    Untuk memecahakan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. Dialami  langsung dalam interaksi antara guru dengan peserta didik yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru. Mutu pembelajaran dapat dilihat dari meningkatnya hasil belajar peserta didik, baik yang bersifat akademis yang tertuang dalam nilai ulangan  harian (formatif), ulangan tengah semester (sub-sumatif) dan ulangan akhir semester (sumatif) maupun yang bersifat nonakademis, seperti motivasi, perhatian, aktivitas, minat, dan lain sebagainya.
2.    Peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus-menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
3.    Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dalam pembelajaran di sekolah.
4.    Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
5.    Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
6.    Menumbuh kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan/pembelajaran secara berkelanjutan.
Mc Niff (Baskoro, 2008) menegaskan bahwa tujuan utama dilaksanakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah untuk perbaikan, kata perbaikan disini harus dimaknai dalam konteks pembelajaran khususnya dan implementasi program pada umumnya
Tujuan utama penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui tindakan yang akan dilakukan dan mengatasi berbagai persoalan nyata guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.

C.  Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
Manfaat penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah
1.    Menghasilkan laporan-laporan penelitian tindakan kelas yang dapat dijadikan bahan panduan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran. Selain itu hasil-hasil penelitian tindakan kelas yang dilaporkan dapat dijadikan sebagai bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.
2.    Menumbuhkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik. Hal ini ikut mendukung professionalisme dan karir pendidik.
3.    Mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar pendidik dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
4.    Meningkatkan kemampuan pendidik dalam upaya menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini turut memperkuat relevansi pembelajaran bagi kebutuhan peserta didik.
5.    Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar peserta didik pun dapat meningkat.
6.    Mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, serta melibatkan peserta didik karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.
7.    Guru semakin diberdayakan (empowered) untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri, dengan kata lain prakarsa untuk melakukan ‘revolosi inovasi’ dalam pendidikan hanya akan berhasil jika dimulai dari ‘ujung tombak’ pelaksana di lapangan.
8.    Guru memiliki keberanian mencobakan hal-hal baru yang diduga dapat membawa perbaikan dalam kegiatan pembelajaranya di dalam kelas, keberanian ini berdampak pada munculnya rasa percaya diri dan kemandirian guru dalam memecahkan permasalahan pembelajaranya di dalam kelas.
9.    Guru tidak lagi puas dengan rutinitas monoton (complacent), melainkan terpacu untuk selalu berbuat lebih baik dari sekarang yang telah diraihnya sehingga terbuka peluang untuk peningkatan kinerja secara berkesinambingan (continue).
Menurut Hopkins (Kunandar, 2011: 68) manfaat penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dapat dilihat dari dua aspek, yakni
1.    Manfaat aspek akademis adalah membantu guru menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi kelas mereka dalam memperbaiki mutu pembelajaran dalam jangka pendek.
2.    Manfaat praktis dari penelitian tindakan kelas antara lain
a.    Pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah. Peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin merupakan wahana pelaksanaan inovasi pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu selalu mencoba untuk mengubah, mengembangkan dan meningkatkan pendekatan, metode, maupun gaya pembelajaran sehingga dapat melahirkan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas.
b.    Pengembangan kurikulum ditingkat sekolah, artinya dengan guru melakukan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), maka guru telah melakukan implementasi kurikulum dalam tataran praktis, yakni bagaimana kurikulum itu dikembangkan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi, sehingga kurikulum dapat berjalan secara efektif melalui proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

D.  Fokus, Syarat dan Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) berfokus pada kelas atau proses belajar mengajar yang terjadi didalam kelas atau bukan pada input kelas, seperti silabus dan materi. Penelitian tindakan kelas harus tertuju pada hal-hal yang terjadi dalam kelas. Pengertian kelas dalam penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) tidak hanya pada kelas yang sedang aktif melangsungkan proses belajar mengajar didalam suatu ruangaan tertutup saja, tetapi dapat juga terjadi ketika siswa sedang melaksanakn aktivitas diluar kelas, seperti ketika peserta didik sedang karya wisata, di laboratorium, di kebun, di masyarakat dan berbagai tempat lainnya.
Objek yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah
1.    Siswa dapat dicermati objeknya ketika siswa sedang mengikuti proses pembelajaran. Contoh permasalahan tentang siswa yang dapat menjadi sasaran penelitian tindakan kelas antara lain perilaku disiplin siswa, motivasi atau semangat belajar siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah dan lain-lain.
2.    Guru dapat dicermati ketika yang bersangkutan sedang mengajar atau membimbing siswa. Contoh permasalahan tentang guru yang dapat menjadi sasaran penelitian tindakan kelas antara lain penggunaan metode atau strategi pembelajaran, penggunaan pendekatan pembelajaran, dan sebagainya.
3.  Materi pelajaran dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau menyajikan materi pelajaran yang ditugaskan pada siswa. Contoh permasalahan tentang materi yang dapat menjadi sasaran penelitian tindakan kelas misalnya urutan dalam penyajian materi, pengorganisasian materi, integrasi materi, dan lain sebagainya.
4.    Peralatan atau sarana pendidikan dapat dicermati ketika guru sedang mengajar dangan menggunakan peralatan atau sarana pendidikan tertentu. Contoh permasalahan tentang peralatan atau sarana pendidikan yang dapat menjadi sasaran penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)  antara lain pemanfaatan laboratorium, penggunaan media pembelajaran, dan penggunaan sumber belajar.
5.    Hasil pembelajaran yang ditinjau dari tiga ranah yitu kognitif, afektif, psikomotorik yng merupakan produk yang harus ditingkatkan melalui penelitian tindakan kelas. Hasil pembelajaran akan terkait dengan tindakan yang dilakukan serta unsur lain dalam proses pembelajaran seperti  metode, media, guru, atau perilaku belajar peserta didik itu sendiri.
6.    Lingkungan baik lingkungan peserta didik di kelas, sekolah, maupun yang lingkungan peserta didik di rumah. Dalam penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) bentuk perlakuan atau tindakan yang dilakukan adalah mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih kondusif misalnya melalui penataan ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, dan tindakan lainnya.
7.    Pengelolaan merupakan kegiatan dapat diatur/direkayasa dengan bentuk tindakan. Contoh permasalahan tentang pengelolaan yang dapat menjadi sasaran penelitian tindakan kelas antara lain pengelompokan peserta didik, pengaturan jadwal pelajaran, pengaturan tempat duduk peserta didik, penataan ruang kelas, dan lain sebagainya.
Dalam penelitian tindakan kelas tidak hanya difokuskan pada objek saja, melainkan ada pula syarat-syarat dari penelitian tindakan kelas antara lain:
1.    Penelitian tindakan kelas harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi dalam pembelajaran tetapi bukan hanya pembelajaran biasa dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaraan.
2.    Penelitian tindakan kelas oleh guru menuntut dilakukan pencermatan secara terus menerus, objektif, dan sistematis artinya dicatat atau direkam dengan baiksehingga diketahui dengan pasti tingkat keberhasilan yang diperoleh peneliti serta menyimpan yang terjadi. Hasil pencermatan tersebut digunakan sebagai bahanuntuk menentukan tindak lanjut yang harus diambil segera oleh peneliti.
3.    Penelitian tindakan kelas harus dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus yang berurutan. Informasi dan siklus yang terdahulu sangat menentukan bentuk siklus berikutnya. Oleh karena itu, siklus yang kedua, ketiga, dan seterusnya tidak dapat dirancang sebelumsiklus pertam terjadi. Hasil refleksi harus digunakan sebagai bahan masukan untuk merencanakan siklus berikutnya.
4.    Penelitian tindakan kelas terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan, dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku. Tindakan yang dilakukan tidak boleh merugikan peserta didik, baik yang dikenai atau peserta didik lain.
5.    Penelitian tindakan kelas harus betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya sehingga pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang dilakukan, baik mengenai tindakan, suasana ketika terjadi, reaksi peserta didik, urutan peristiwa hal-hal yang disarankan sebagai kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan rencana yang sudah dibuat.
6.    Penelitian tindakan kelas harus benar-benar menunjuk adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan yaitu peserta didik yang sedang belajar. Banyak guru yang melakukan penelitian tindakan kelas tetapi hanya menyebut apa yang dilakukan oleh guru sendiri.
Hopkins (Baskoro, 2008) menyebutkan ada 6 (enam) prinsip dasar yang melandasi penelitian tindakan kelas diantaranya:
1.    Tugas guru yang utama adalah menyelenggarakan pembelajaran yang baik dan berkualitas. Untuk itu, guru memilki komitmen dalam mengupayakan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran secara terus menerus. Dalam menerapkan suatu tindakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran ada kemungkinan tindakan yang dipilih tidak/kurang berhasil, maka ia harus tetap berusaha mencari alternatif lain. Dosen dan guru harus menggunakan pertimbangan dan tanggungjawab profesionalnya dalam mengupayakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Prinsip pertama ini berimplikasi pada sifat penelitian tindakan sebagai suatu upaya yang berkelanjutan secara siklustis sampai terjadinya peningkatan, perbaikan, atau ‘kesembuhan’ sistem, proses, hasil, dan sebagainya.
2.    Meneliti merupakan bagian integral dari pembelajaran, yang tidak menuntut kekhususan waktu maupun metode pengumpulan data. Tahapan-tahapan penelitian tindakan kelas selaras dengan pelaksanaan pembelajaran, yaitu: persiapan (planning), pelaksanaan pembelajaran (action), observasi kegiatan pembelajaran (observation), evaluasi proses dan hasil pembelajaran (evaluation), dan refleksi dari proses dan hasil pembelajaran (reflection). Prinsip kedua ini menginsyaratkan agar proses dan hasil pembelajaran direkam dan dilaporkan secara sistematik dan terkendali menurut kaidah ilmiah.
3.    Kegiatan meneliti yang merupakan bagian integral dari pembelajaran, harus diselenggarakan dengan tetap bersandar pada alur dan kaidah ilmiah. Alur pikir yang digunakan dimulai dari pendiagnosisan masalah dan faktor penyebab timbulnya masalah, pemilihan tindakan yang sesuai dengan permasalahan dan penyebabnya, merumuskan hipotesis tindakan yang tepat, penetapan skenario tindakan, penetapan prosedur pengumpulan data dan analisis data. Objektivitas, reliabilitas, dan validitas proses, data, dan hasil tetap dipertahankan selama penelitian berlangsung. Prinsip ketiga ini mempersyaratkan bahwa dalam menyelenggarakan penelitian tindakan agar tetap menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.
4.    Masalah yang ditangani adalah masalah-masalah pembelajaran yang riil dan merisaukan tanggung jawab profesional dan komitmen terhadap pemerolehan mutu pembelajaran. Prinsip ini menekankan bahwa diagnosis masalah bersandar pada kejadian nyata yang berlangsung dalam konteks pembelajaran yang sesungguhnya. Bila pendiagnosisan masalah berdasar pada kajian akademik atau kajian literatur semata, maka penelitian tersebut dipandang sudah melanggar prinsip keotentikan. Jadi, masalah harus di diagnosis dari kancah pembelajaran yang sesungguhnya, bukan sesuatu yang dibayangkan akan terjadi secara akademik.
5.    Konsistensi sikap dan kepedulian dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan. Hal ini penting karena upaya peningkatan kualitas pembelajaran tidak dapat dilakukan sambil lalu, tetapi menuntut perencanaan dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, motivasi untuk memperbaiki kualitas harus tumbuh dari dalam motivasi intrinsik, bukan sesuatu yang bersifat instrumental.
6.    Cakupan permasalahan penelitian tindakan tidak seharusnya dibatasi pada masalah pembelajaran di ruang kelas, tetapi dapat diperluas pada tataran di luar ruang kelas, misalnya: tataran sistem atau lembaga. Perspektif yang lebih luas akan memberi sumbangan lebih signifikan terhadap upaya
E.  Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas sebagaimana jenis penelitian lainnya, memiliki kelebihan dan kelemahan. Dengan mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan tersebut, diharapkan peneliti dapat mengurangi atau mengantisipasi kekurangan tersebut dan mampu mengoptimalkan kelebihan tersebut. Shumsky (Kunandar, 2011: 68-69) menyatakan kelebihan penelitian tindakan kelas adalah
1.    Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas menimbulkan rasa memiliki.
2.    Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas mendorong kreativitas dan pemikiran kritis dalam hal ini guru yang sekaligus sebagai peneliti.
3.    Melalui kerja sama, kemungkinan untuk berubah meningkat.
4.    Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas meningkatkan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Kelemahan dari penelitian tindakan kelas adalah
1.    Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian tindakan kelas pada pihak peneliti ( guru ). penelitian tindakan kelas yang lazimnya dilakukan oleh guru, pelatih pengelolah, pengawas, kepala sekolah, widyaiswara dan pihak-pihak lainnya yang selalu peduli akan ketimpangan atau kekurangan yang ada dalam situasi kerjanya dan berkehendak untuk memperbaikinya. Karena para praktisi ini biasanya berurusan dengan hal-hal yang praktis, mereka kurang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik dasar penelitian tindakan kelas. Hal ini diperparah oleh perasaan tentang kegiatan penelitian hanya layak dilakukan oleh masyarakat kampus yang bergelut dengan kegiatan ilmiah, sehingga para praktis (guru) pada umumnya kurang tertarik untuk melakukan penelitian.
2.    Berkenaan dengan waktu. Karena penelitian tindakan kelas memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, faktor waktu ini dapat menjadi kendala yang cukup besar.

F.   Rangkuman
Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah suatu bentuk self-inquiry kolektif yang dilakukan oleh para partisipan di dalam situasi social untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari praktik social atau pendidikan yang mereka lakukan, serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap praktik dan situasi di mana praktik  itu dilaksanakan. Selain itu, penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah partisipatori, demokratis yang berkenaan dengan pengembangan pengetahuan praktis untuk mencapai tujuan mulia manusia, berlandaskan pandangan dunia partisipatori yang muncul pada momentum histori sekarang ini. Berdasarkan definisi penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa hakikat penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah bentuk penelitian tindakan yang diterapkan dalam aktivitas pembelajaran di kelas dengan upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran.
Tujuan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) untuk memecahakan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami  langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru, meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah, membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas, meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan, dan menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan
Manfaat yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)  adalah menghasilkan laporan-laporan penelitian tindakan kelas yang dapat dijadikan bahan panduan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran, menumbuhkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik, mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar pendidik dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran, meningkatkan kemampuan pendidik dalam upaya menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas, memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas, guru semakin diberdayakan (empowered) untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri, dan guru tidak lagi puas dengan rutinitas monoton (complacent), melainkan terpacu untuk selalu berbuat lebih baik dari sekarang yang telah diraihnya sehingga terbuka peluang untuk peningkatan kinerja secara berkesinambingan (continue).
Objek yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas adalah siswa, guru, peralatan, hasil pembelajaran, lingkungan dan pengelolaan. Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas adalah tugas guru yang utama adalah menyelenggarakan pembelajaran yang baik dan berkualitas, meneliti, Kegiatan meneliti yang merupakan bagian integral dari pembelajaran, masalah yang ditangani adalah masalah-masalah pembelajaran yang riil dan merisaukan tanggung jawab profesional dan komitmen terhadap pemerolehan mutu pembelajaran, Konsistensi sikap dan kepedulian dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan, cakupan permasalahan penelitian tindakan tidak seharusnya dibatasi pada masalah pembelajaran di ruang kelas
 Kelebihan penelitian tindakan kelas adalah menimbulkan rasa memiliki, mendorong kreativitas dan pemikiran kritis dalam hal ini guru yang sekaligus sebagai peneliti, kemungkinan untuk berubah meningkat dan penelitian tindakan kelas meningkatkan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kelemahan dari penelitian tindakan kelas adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dan berkenaan dengan waktu.

G. Tugas Diskusi
Apa makna kelas dalam penelitian tindakan kelas ?
Jawaban
Makna kelas dalam penelitian tindakan kelas adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. Peserta didik tidak hanya terbatas didalamsebuah ruangan tertutup saja, tetapidapat juga ketika anak sedang melakukan karyawisata di objek wisata, di laboratorium, atau tempat lain, ketika peserta didik sedang mengerkan tugas yang diberikan oleh guru.

 
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah suatu bentuk self-inquiry kolektif yang dilakukan oleh para partisipan di dalam situasi social untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari praktik social atau pendidikan yang mereka lakukan, serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap praktik dan situasi di mana praktik  itu dilaksanakan. Selain itu, penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah partisipatori, demokratis yang berkenaan dengan pengembangan pengetahuan praktis untuk mencapai tujuan mulia manusia, berlandaskan pandangan dunia partisipatori yang muncul pada momentum histori sekarang ini.
Tujuan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) untuk memecahakan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami  langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru, meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah, membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas, meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan, dan menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan
Manfaat yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)  adalah menghasilkan laporan-laporan penelitian tindakan kelas yang dapat dijadikan bahan panduan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran, menumbuhkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik, mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar pendidik dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran, meningkatkan kemampuan pendidik dalam upaya menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas, memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Objek yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas adalah siswa, guru, peralatan, hasil pembelajaran, lingkungan dan pengelolaan. Prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas adalah tugas guru yang utama adalah menyelenggarakan pembelajaran yang baik dan berkualitas, meneliti, Kegiatan meneliti yang merupakan bagian integral dari pembelajaran, masalah yang ditangani adalah masalah-masalah pembelajaran yang riil dan merisaukan tanggung jawab profesional dan komitmen terhadap pemerolehan mutu pembelajaran, Konsistensi sikap dan kepedulian dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan, cakupan permasalahan penelitian tindakan tidak seharusnya dibatasi pada masalah pembelajaran di ruang kelas
 Kelebihan penelitian tindakan kelas adalah menimbulkan rasa memiliki, mendorong kreativitas dan pemikiran kritis dalam hal ini guru yang sekaligus sebagai peneliti, kemungkinan untuk berubah meningkat dan penelitian tindakan kelas meningkatkan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kelemahan dari penelitian tindakan kelas adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dan berkenaan dengan waktu.
B.  Saran
Dengan memahami dan mengetahui penelitian tindakan kelas secara lebih mendalam dapat membantu guru dalam memperbaiki mutu pendidikan dan mempermudah menyelesaikan masalah yang dihadapi peserta didik.




DAFTAR PUSTAKA
Adelia. 2014. Contoh Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar dan Cara Membuat Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar. Tersedia pada            http:// adelia.blogspot.com/2014/13/contoh-penelitian-tindakan-kelas-dan-cara-membuat-penelitian-tindakan-kelas-sekolah-dasar.html. Diakses pada tanggal 29 September 2014.

Arikunto, Suharsimi dan Suhardjono. 2007. Penelitian Tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Baskoro. 2008. Konsep Penelitian Tindakan Kelas. Tersedia pada                   http://baskoro.blogspot.com/2008/12/konsep-penelitian-tindakan-kelas.html. Diakses pada tanggal 29 September 2014.

Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Rajawali Pers.

Ratih. 2012. Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas. Tersedia pada             http://atih.blogspot.com/2012/14/konsep-dasar-penelitian-tindakan-kelas. Diakses pada tanggal 29 September 2014.

Wiriaatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Comments system

Disqus Shortname